Pernah Nangis Tulisanmu Gagal Tayang, Yuk Lempar Ke Basingbe.com

  • Whatsapp
Lempar Tulisan kamu di Basingbe.com

Read More

BASINGBE.com – Basingbe.com adalah salah satu media online berita dan hiburan yang dikemas dengan gaya yang suka – suka. Nama Basingbe diambil dari dialek Melayu Jambi yang bermakna terserahlah, jadi rubrik apapun diterima. Dengan catatan tidak mengandung unsur sara, pornografi, dan hal yang bertentangan dengan undang – undang loh ya. Dalam sehari setidaknya ada puluhan tulisan yang masuk ke meja tim redaksi. Latar belakang pengirim pun beragam, mulai dari penulis top, hingga saya yang cuma remahan kerupuk udang ini pernah ditolak tanpa alasan pula.

Untuk kalian yang hobi menulis puisi, sajak, cerita, ataukah topik lainya dapat kamu kirim di Basingbe.com. Curahan hati kamu pun boleh kamu bubuhkan dalam sebuah cerita baper. Pasti bagi beberapa penulis pernah mengalami ditolak mengirimkan tulisan di Media Online atau cetak.

Kadangkala, ditolak namun tidak disertai alasannya, duh mungkin redaksinya lagi sibuk balas satu per satu. Nah rata – rata penulis yang pernah ditolak mengirimkan artikel seperti saya pasti mengalami beberapa hal berikut.

Kesel? Pernah nggak sih, cuma bertanya-tanya dan gundah aja.

Di sini yang mengganggu pikiran bukanlah kenapa tulisan sampai ditolak. Pertanyaan yang mengganjal di benak ialah, harus diapakan tulisan-tulisan yang gagal nampang ini?

Kalau bentuknya berupa tulisan fisik dalam berlembar-lembar kertas, mungkin kita nggak pusing-pusing amat. Tumpukan kertas itu bisa kita ubah menjadi karya berupa origami, dilipat-lipat buat ganjelan kaki meja, atau dikiloin sekalian. Sayangnya, di sini kita memang ditakdirkan untuk harus pusing karena bentuknya digital.

Atau karena masih penasaran, biasanya kita akan tetap kekeuh menguji peruntungan dengan mengirimnya ke media lain. Siapa tahu di sana ketentuannya lebih longgar. Untuk tulisan-tulisan yang temanya bersifat timeless mungkin gak begitu bermasalah. Namun bagi tulisan yang dibuat berdasarkan fenomena yang tengah terjadi, penolakan merupakan sebuah bencana. Ibarat kue basah yang nggak laku lalu disimpan, ia akan basi.

Posting di blog atau media pribadi

Blog adalah tempat terbaik untuk memajang buah pikiran kita. Selain karena besar kemungkinan tulisan kita akan dibaca karena jangkauannya luas, kita juga bisa mendapat uang di sana. Tapi yang jelas satu, jelas terbit, nggak ada ceritanya ada tulisan gagal tayang.

Posting di lini masa media sosial

Bagi yang tidak memiliki blog atau media pribadi, lini masa media sosial adalah solusi yang cukup tepat untuk membagikan tulisan gagal tayang yang kita punya. Di sana kita juga bisa membangun branding.

Hanya saja linimasa media sosial memiliki kekurangan: lingkupnya tidak terlalu luas, karena konsumennya hanya berkutat di seputar friendlist kita saja. Memang ada fitur “share”, tapi tidak semua orang bersedia melakukannya. Karena umumnya, mayoritas orang menganggap memberi like dan berkomentar adalah apresiasi yang cukup.

Posting di grup WA

Pernah lakuin hal ini kan? Group WA cuma informasi seputar undangan rapat RT, jadwal arisan keluarga, dan artikel copas milik orang lain yang wara-wiri di grup WA. Sekali-sekali boleh dong artikel dan opini kita dibaca keluarga, teman, dan tetangga.

Ini bagus, supaya mereka tahu kalau kita bisa menulis. Orang-orang yang bisa menulis biasanya akan mendapat penghormatan yang lebih dari lingkungan sekitar. Hanya saja ada satu kelemahan, kerahasiaan identitas kita jadi terbongkar. Bagi sebagian penulis, hal itu menimbulkan masalah dan ketidaknyamanan. Caranya ya dengan tidak menyebutkan diri kita sebagai penulisnya ketika memposting tulisan. Tapi apa rela? dan jangan pernah rela 😀

Lempar ke grup literasi besar sekalian

Nah, ini ruang yang cakupannya sama luasnya dengan blog. Terlebih di grup literasi yang membernya banyak dan aktif-aktif. Contohnya: Komunitas Bisa Menulis yang konon katanya membernya ada satu juta lebih.

Jika memang sudah rejekinya, di antara member-member grup, pasti ada yang membaca tulisan gagal tayang milik kita. Apalagi kalau temanya informatif dan gaya bahasanya jenaka.

Lempar Tulisan Kamu di Basingbe.com

Nah balik lagi di platform website Basingbe.com ini. Disini kamu dapat menuangkan inspirasi kamu dan tulisan kamu, potensi dibaca ribuan pengunjung loh. Eits, tapi ada ketentuannya loh yaitu jangan promo prodak tertentu, jangan sara, jangan pornografi, harus bersabar, dan siap direvisi yah.

Sambil mengasah kemampuan kamu menulis, eh intip – intip gaya penulisan di Basingbe.com ya. Jangan kaget ya, kalau temanya berbeda – beda. Coba deh cek paragraf awal dalam tulisan artikel ini apa itu Basingbe.com.

Untuk menulis sebuah artikel kamu haru siapkan minimal 300 Kata ya, tapi kalau berbentuk puisi, sajak, dan pantun sih boleh dibawah itu. Nah, yang lagi hits sekarang mengenai Listicle atau Konten Baper, duh trending juga nih tema itu di website ini, colek penulis Eka Setyowati.

Tulisan kamu dapat dikirim ke email [email protected] dengan subjek Basingbe.com Basinglah. Nah, jangan lupa diujung tulisan sertakan nama ya, kalau perlu asal sekolah, organisasi, kampus, dan komunitas kamu. Untuk referensi kamu dapat klik di menu Baper, Opini, Duit, Teknologi.

Penulis : Slamet Setya Budi

Siapakah Cagub dan Cawagub Jambi 2020 Pilihan Kamu? Live

  • Drs. H. Cek Endra - Hj. Ratu Munawaroh
    23% 45 / 189
  • Dr. Drs. H. Fachrori Umar, M. Hum - Drs. H. Syafril Nursal, S.H., M.H
    47% 89 / 189
  • Drs. H. Alharis, S.Sos., M.H - Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I
    29% 55 / 189
  • Whatsapp
banner 72890