Sajak “Parade Alam Untukmu Yang Masih Kupendam”

  • Whatsapp

Parade Alam Untukmu Yang Masih Kupendam

Gemercik air memenuhi setiap sudut di dalam telingaku,
seketika menenangkan rasanya
jika meresapi iramanya yang dihiasi kidung merdu dari riuh burung yang bertengger di pepohonan.
Serangga-serangga musim panas pun seakan tak mau kalah dan ikut serta memecah hening.
Saling mengisi dan saling melengkapi.

Ingin rasanya aku ikut dan larut didalam keseruan para air yang menuruni batu demi batu,
seperti anak kecil yang berlarian menuruni anak tangga dan menghitungnya satu persatu.

Bacaan Lainnya

banner 728x90

Kubiarkan telingaku dimanjakan oleh alam
hingga nanti masih terngiang saat kubawa pulang,
tak lupa jejak-jejak kenangan pun ikut pulang dan seolah ingin menetap di ingatan, untuk menjelma menjadi sebuah cerita hangat kelak.
Menjadi dongeng sebelum tidur sebelum kau tertidur pulas di atas dada
yang bermetronome detak jantung dan berirama denyut nadi
sebagai pengganti nada dari perjalanan yang telah kutempuh.


Karya : Februarief
Copyright : Basingbe.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *