Oknum Penipuan Pinjam Uang Atas Nama Pejabat Tebo. Waspada, Cek, dan Cara Laporkan

  • Whatsapp

BASINGBE.com – WhatsApp merupakan platform aplikasi pesan instan yang paling populer sejagat saat ini sehingga tidak heran dimanfaatkan oleh segelintir oknum untuk kejahatan. Melalui aplikasi lintas platform tersebut, para pengguna internet dapat melakukan chatting, melakukan panggilan telepon atau video call, baik antar perorangan maupun grup.

Bacaan Lainnya

banner 728x90

Karena menjadi platform pesan instan paling populer sejagat, WhatsApp kini menjadi sasaran empuk oleh pihak ataupun oknum nakal untuk melakukan penipuan. Tujuannya yaitu ingin membajak akun pengguna, mendapatkan datanya, lalu memangsa korban lain yang ada di dalam kontak tersebut untuk meminta uang, pulsa, sampai romance scam.

Mengutip data di laman resmi patrolisiber.id (diakses pada 04 Agustus 2020) yang dikelola Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, sepanjang Januari-Agustus 2020, laporan masyarakat yang masuk melalui portal atau website tersebut sebanyak 6.496 aduan.

Sementara platform yang paling banyak diadukan, yakni WhatsApp sebanyak 2.431 laporan dan berada pada peringkat pertama. Sementara itu di urutan kedua yakni Instagram sebanyak 2.201 laporan dan ketiga yakni Facebook sebanyak 1.082 laporan. Selain itu, dari total 6.496 aduan, sebanyak 3.985 adalah aduan soal penipuan.

Penipuan Pinjam Uang Oknum Mengatasnamakan Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo

Melalui akun Facebook Pribadi Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Tebo, dr. Riana Elizabeth, M.Km mengkonfirmasi bahwa ada oknum yang mengatasnamakan dirinya dan melakukan tindakan penipuan untuk peminjaman uang.

Riana Elizabeth Mhn kpd BPK ibu,sdr/i,utk mengabaikan,JK ada yg menghubungi BPK ibu,sdr/i utk pinjam uang atas nama sy,Krn ini adalah PENIPUAN..trmksh


https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10214183472659070&id=1781765557

Dalam isi percakapan WhatsApp tersebut oknum penipu yang mengatasnamakan Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Tebo mengaku memerlukan dana untuk keperluan adikknya sebesar Rp. 750.000 dan mengaku akan menggantinya keesokan harinya (04/08/2020).

Cara Melaporkan Akun Penipuan

Lalu bagaimana jika pernah mengalami kejahatan siber? Bagaimana cara melaporkan kejahatan tersebut!

Pertama, bisa datang langsung ke pihak Kepolisian. Siapkan bukti yang cukup: seperti tangkapan layar (screenshot), url, foto, atau video dari ujaran kebencian yang akan dilaporkan. Bisa dikumpulkan dalam media penyimpanan seperti flashdisk, hardisk, cd/dvd, dll. Satu bukti yang kuat sudah cukup

Kemudian datang ke kantor polisi, dianjurkan setidaknya tingkat Polres untuk tindak pidana siber.   lalu menuju ke ruang SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) untuk menyampaikan laporan & bukti-buktinya ke petugas. Di ruang SPKT, petugas akan mengajukan sejumlah pertanyaan yang berhubungan dengan laporan ujaran kebencian, mengetik, dan mencetak bukti pelaporan. Lantas dapat menunggu pemberitahuan selanjutnya dari polisi.

Ada pun, juga bisa melaporkan tindak pidana siber melalui situs patrolisiber.id. Direktorat Tindak Pidana Siber (Dirtippidsiber) Bareskrim Polri yang meluncurkan situs patrolisiber.id dirancang untuk memudahkan masyarakat melaporkan kejahatan siber. Begitu diterima, laporan akan disaring berdasarkan skala prioritas.

Pelaporan Klik DISINI

Tips Kiat Menghindari Oknum Untuk Penipuan Via WhatsApp

Kejahatan penipuan yang dapat berujung pada pencurian data dan uang di WhatsApp kian marak. Oleh karena itu, Anda harus tetap waspada dan melakukan cara-cara sederhana ini untuk terhindar dari tipu-tipu tersebut. Antara lain:

1. Merahasiakan atau tidak membagikan kode verifikasi, OTP, maupun informasi pribadi lain kepada siapapun

2. Jangan meng-klik link apapun pada pesan yang dikirimkan melalui WhatsApp, apalagi dari nomor tidak dikenal. Agar lebih aman, langsung hapus saja pesan tersebut

3. Jika ada pesan yang menyebut Anda memenangkan program undian berhadiah, pastikan lagi dengan menelepon call center atau contact service perusahaan. Cek apakah memang betul-betul menyelenggarakan program undian atau tidak

4. Perhatikan nama kontak dan gaya percakapan pengirim pesan. Jika pengirim betul-betul teman atau kerabat Anda, pastinya Anda sudah mengenali gaya bahasanya. Jika ragu, sebaiknya blokir saja kontaknya. Caranya buka chat, klik kontak atau nama grup, klik Laporkan atau Blok kontak.

5. Aktifkan fitur lock Klik setting atau pengaturan, lalu klik privasi, dan aktifkan fitur screen lock

6. Ubah last seen menjadi Buat Anda yang suka update status di WhatsApp, ini jadi informasi berguna bagi para penipu. Ketika berhasil membajak akun Anda, penipu akan mengikuti kebiasaan waktu online Anda

7. Hati-hati dengan profile picture Khawatirnya penipu menggunakan foto tersebut di akun WhatsApp lain untuk tujuan kejahatan

8. Deactivate WhatsApp ketika ponsel Anda hilang

9. Pastikan selalu melakukan log out setelah memakai fitur WhatsApp Web di komputer agar tidak disalahgunakan orang lain.

Penulis : Slamet Setya Budi
Editor : Slamet Setya Budi

banner 728x90

Pos terkait

banner 72890

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *