Info COVID-19 Terbaru di Tebo, Mulai Dari Hasil SWAB hingga Penegakan Hukum

  • Whatsapp
Pasien Corona di Jambi Bertambah 2 Orang pada 14 Juli

BASINGBE.com – Pemerintah Provinsi Jambi kembali merilis data perkembangan terbaru virus corona di Provinsi Jambi pada, Selasa Sore (1/09/2020). Dalam data yang dirilis tim Gugus Tugas COVID-19 Provinsi Jambi tidak ada penambahan kasus Positif COVID-19. Selain itu, angka kesembuhan juga belum bertambah dan masih bertahan diangka 156 Pasien yang dinyatakan sembuh.

Peranan media dalam memberikan informasi yang akurat dan penyadaran terhadap sesama merupakan hal yang sangat penting. Untuk itu, perkembangan terbaru di Kabupaten Tebo disusun oleh Redaksi Basingbe.com berdasarkan data dan fakta yang kita temui hingga Selasa (1/09/2020).

Read More

1. Kabupaten Tebo bersama Kota Jambi masih berstatus Zona Oranye.

Zona oranye sepertinya belum beranjak dari Kabupaten Tebo dan Kota Jambi. Hingga, Selasa (1/09/2020) dalam data yang dirilis oleh Tim Gugus Tugas COVID-19 Provinsi Jambi terlihat kedua wilayah tersebut masih berstatus Zona Oranye.

Saat dikonfirmasi mengenai daerah yang berstatus Zona Oranye, faktor utamanya yaitu transisi penularan berasal dari daerah yang memiliki zona merah dan ditemukannya kasus meninggal dunia.

“Di Tebo ada Nakes yang terpapar COVID-19 itu merupakan salah satu korban bukan indikator menjadi naiknya status menjadi zona orange. Bahkan ada puskesmas kita tutup sementara dan dialihkan ke Fasilitas kesehatan terdekat. Namun, faktor utama yakni adanya peningkatan drastis Pasien terpapar COVID-19, transisi penularan dari wilayah yang berstatus Zona Merah di Indonesia. Disamping itu, ada ditemukannya kasus Meninggal Dunia” tutur Rafli Zarpan Tim Gugus Tugas COVID-19 Provinsi Jambi (29/08/2020)

2. Uji Swab 2 Kali, Mertua Almarhumah Ny. S Kemungkinan Hasilnya Keluar Tiga Hari Lagi

Kasus pertama pasien meninggal dunia di Kabupaten Tebo terjadi pada tanggal 21 Agustus 2020. Pasien dengan nomor 229 berinisial S berjenis kelamin perempuan dinyatakan meninggal dunia, setelah sempat dirawat di RSUD STS Tebo. Pasca terjadinya kasus meninggal tersebut Tim Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Tebo melakukan tracking dan Uji SWAB terhadap keluarga dan yang memiliki riwayat kontak terdekat dengan Pasien.

Mertua dari Almarhumah Ny. S, Pasien bernomor 250 berinisial RU berusia 52 tahun dan berjenis kelamin perempuan dinyatakan positif pada (19/08/2020). Lalu, pada hasil uji SWAB kedua yang dilakukan pada hari Selasa (01/09/2020) Ny. RU pasien dengan nomor 250 masih dalam proses hasil kemungkinan keluar dalam 3 (tiga) hari.

“Hari ini kita telah melakukan uji SWAB yang kedua, dan Ny. RU mertua dari Alm. Ny S yang dinyatakan positif. Untuk hasilnya kemungkinan akan keluar dalam 3 (tiga) hari kedepan” tutur dr. Riana Elizabeth, M. Km selaku Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Tebo (1/08/2020).

3. Ny. RU Isolasi Mandiri Dirumahnya dan Dipantau Perkembangannya

Setelah dilakukan uji SWAB kedua yang dilakukan pada hari Selasa (01/09/2020) Ny. RU pasien dengan nomor 250 melakukan isolasi mandiri di rumahnya.

“Beliau sudah sepuh, sembari menunggu hasil uji SWAB keluar, Ny. RU melakukan isolasi mandiri di rumahnya. Semoga lekas sembuh” terang Dr. Riana Elizabeth, M. Km

4. Hasil SWAB Kontak Erat Dengan Pasien 277 & 278 Nakes Asal Rimbo Bujang dan Sungai Bengkal Belum Keluar

Terjadi penambahan 7 pasien Positif COVID-19 di Jambi pada (25/08/2020), dua diantaranya berasal dari Kabupaten Tebo.Pasien Nomor 277 dan 278 berinisial DPM dan MCS berusia 27 dan 20 Tahun serta berjenis kelamin Perempuan dan Laki – Laki.

Kedua pasien tersebut memiliki riwayat kontak dengan pasien 229 berinisial Almarhumah Ny. S (21 th).

Namun, untuk hasil pasti mengenai uji SWAB yang pernah kontak erat dengan Pasien Nomor 277 dan 278 belum dirilis oleh Tim Gugus Tugas COVID-19 Provinsi Jambi.

“Hasil belum dirilis dari Tim Gugus Tugas COVID-19 Provinsi Jambi terkait uji SWAB kontak erat dengan Pasien 277 & 278” imbuh dr. Riana Elizabeth, M. Km

5. Proses Belajar Mengajar Secara Tatap Muka di Kabupaten Tebo diliburkan

Sistem belajar mengajar tatap muka di Kabupaten Tebo juga telah diliburkan per 31 Agustus 2020 kemarin. Hal ini, sesuai dengan Surat Edaran Nomor 423/1108/DIKBUD/VIII/2020 dimana di point 1 menerangkan Kabupaten Tebo Zona Oranye.

Patut diketahui, Zona Oranye adalah Zona Resiko Sedang Penularan COVID-19. Zona Kuning adalah Zona Resiko Rendah Penularan COVID-19. Dan Zona Hijau adalah Zona Aman dari Penularan COVID-19 namun tetap waspada.

6. Bupati Tebo Keluarkan Peraturan Bupati Tebo Nomor 108 Tahun 2020

Untuk menekan penyebawar wabah pandemi COVID-19 di Kabupaten Tebo, Bupati Tebo menerbitkan Peraturan Bupati Tebo Nomor 108 Tahun 2020 tertanggal 19 Agustus 2020. Perbup tersebut mengatur tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Kabupaten Tebo.

Tak tanggung – tanggung dalam BAB V tentang Sanksi Pasal 7 bagi yang melanggar akan dikenakan sanksi berupa teguran lisan hingga tertulis, sanksi sosial dan denda administratif, mulai dari Rp. 20.000 hingga Rp. 2.000.000

7. Kenakan Masker

Semua orang harus menggunakan masker kain jika terpaksa beraktivitas di luar rumah. Kita bisa menggunakan masker kain tiga lapis yang dapat dicuci dan digunakan berkali-kali, agar masker bedah dan N-95 yang sekali pakai bisa ditujukan untuk petugas medis.

Jangan lupa untuk mencuci masker kain menggunakan air sabun agar tetap bersih.

Penggunaan masker yang keliru justru meningkatkan risiko penularan. Jangan sentuh atau buka-tutup masker saat digunakan. Tetap jaga jarak minimal 1 meter dengan siapapun, jangan sentuh wajah dan cuci tangan pakai sabun sesering mungkin.

Penulis : Slamet Setya Budi

Siapakah Cagub dan Cawagub Jambi 2020 Pilihan Kamu? Live

  • Drs. H. Cek Endra - Hj. Ratu Munawaroh
    21% 39 / 178
  • Dr. Drs. H. Fachrori Umar, M. Hum - Drs. H. Syafril Nursal, S.H., M.H
    47% 85 / 178
  • Drs. H. Alharis, S.Sos., M.H - Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I
    30% 54 / 178
  • Whatsapp
banner 72890