Kronologi dan Kerugian Alkes RSUD Tebo Yang Dirusak Hampir Setengah Milyar, Pendapat Beragam

  • Whatsapp

BASINGBE.com –  Dugaan mengenai adanya pengrusakan Alat Kesehatan (Alkes) oleh oknum keluarga pasien mendapat rekasi beragam. Dasar pengrusakan alat – alat ICU diduga didasari karena tidak puas dengan pelayanan Rumah Sakit sedang dalam proses penyidikan.

Saat dikonfirmasi oleh Redaksi Basingbe.com, sesuai dengan janjinya dr. Octavienni, SpAN., M. Ked melakukan giat press release di ruang kerjanya pada Rabu siang, (2/09/2020). Ia menjelaskan dalam insiden tersebut, pihak RS telah membuat laporan ke Kepolisian Sektor Tebo Tengah dengan register aduan nomor : NOMOR : LP/ B -29/IX/2020/ JAMBI/RES TEBO/SEKTOR TEBO TENGAH.

Read More

“Setelah peristiwa tersebut kami melakukan aduan ke Polsek Tebo Tengah untuk pastinya jam berapa saya lupa, dan sekaligus kami dilakukan BAP bersama para saksi” tutur dr. Octavienni, SpAn., M. Ked

Saat disinggung mengenai apakah pelayanan terganggu, Direktur RSUD STS Tebo dengan tegas mengatakan sangat terganggu.

” Pasti terkendala dan terganggu, itu adalah alat – alat support untuk mengetahui kondisi terkini pasien. Itu adalah alat untuk mengembalikan detak jantung dari pasien yang sudah meninggal dunia. Kami hanya memiliki dua alat ini, satunya di ruang IGD. Namun, untuk langkah dekat kami apabila ada keperluan pasien alat dari IGD kita pinjam” terang dr. Octavienni, SpAn., M. Ked.

Sejumlah awak media kembali melontarkan pertanyaan mengenai peristiwa pengrusakan ini diduga didasari oleh kekecewaan dengan pelayanan RSUD STS Tebo.

“Namanya pelayanan pasti ada yang puas ada yang tidak, dan kita welcome untuk menerima kritik dan saran, akan tetapi saya menyesalkan dengan kejadian ini. Ini adalah asset masyarakat Kabupaten Tebo” imbuhnya

Dalam keterangan dari press release Direktur RSUD STS Tebo dr. Octavienni, SpAn., M. Ked menerangkan bahwa pasien masuk kerumah sakit pada hari Senin siang (31/08/2020) ke Instalasi Gawat Darurat. Awalnya dia dirawat di Ruang Anak lalu masuk ke ICU, namun pada Selasa pagi (1/09/2020) kondisi memburuk. Diagnosa dari dokter pasien mengalami dehidrasi berat.

“Saya disini bertindak atas nama kepala instansi bukan atas nama pribadi. Jadi saya memiliki tugas untuk menjaga asset masyarakat Kabupaten Tebo. Kerugian mencapai 460jt terdiri dari Alkes dan Bangunan. Untuk proses lanjutan kita serahkan ke kepolisian” Pungkas dr. Octavienni, SpAN., M. Ked.

Kronologi kejadian pada hari Selasa tanggal 01 September 2020 sekira pukul 07.30 Wib di RSUD Sultan Thaha Saifuddin diduga telah terjadi tindak pidana pengrusakan. Saat itu, oknum perawat ICU RSUD Sultan Thaha Saifuddin Kabupaten Tebo berinisial AP memberitahukan kepada keluarga pasien bahwa pasien Anak berinisial A dinyatakan meninggal dunia.

Namun, pihak keluarga pasien berinisial DE tidak terima dengan berita tersebut sehingga DE, Dkk mengamuk dan melakukan pengrusakan alat Kesehatan. Alkes yang dirusak yakni 1 (Satu) Unit DJ SHOK Merk DEFIMAX, 1 (satu) Unit BED SIDE Monitor Sciller, 1 (satu) Buah meja Pasien Merk Poly Medical serta obat-obatan yang ada di ruangan ICU.

Setelah terjadinya pengrusakan, kemudian oknum pelaku melakukan pengrusakan Pintu, memecahkan Kaca. Kemudian, pelaku langsung membawa pasien anak yang meninggal dunia ke tempat parkir dan meninggalkan RSUD Sultan Thaha Saifudin. Setelah kejadian tersebut pihak Rumah Sakit melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib.

Sementara itu, Kapolsek Tebo Tengah Iptu, HM. Asy’ari, SH sebagaimana dilansir dalam Kanal Youtube Portal Tebo membenarkan adanya dugaan tindak pidana pengrusakan Alkes di RSUD STS TEBO dan adanya aduan pelaporan dari Rumah Sakit. Namun, untuk pasal apa yang dikenakan masih menunggu proses penyidikan.

” tindak lanjut atas laporan sebenarnya kita jemput bola pasca adanya pengrusakan di Rumah Sakit tersebut ada anggota kita yang mengabarkan adanya peristiwa tersebut bahkan sebelum adanya aduan resmi. Kita sudah BAP 9 saksi dari pelapor dan dari terlapor belum di BAP karena dalam proses penyidikan. Sementara, yang dilaporkan dalam kasus ini satu pelaku, namun ini masih proses penyidikan dan kita belum dapat menyimpulkan apakah ada tindak pidana disana. Kerugian ditaksir Rp. 460jt ” Terang Kapolsek Tebo Tengah (02/09/2020).

Tanggapan Beragam

Dengan adanya kejadian tersebut mendapatkan reaksi beragam dari berbagai pihak. Tentunya menyesalkan dengan adanya peristiwa tersebut namun disatu sisi berharap agar pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Taha Syaifuddin Tebo lekas pulih dan juga lebih prima.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia dr. Verdy Vernando berharap agar permasalahan ini cepat selesai dan pelayanan di Rumah Sakit kembali optimal.

” saya berharap supaya masalah ini bisa segera diselesaikan dan ICU RSUD STS bisa berfungsi kembali sebagaimana mestinya” tutur Ketua IDI Kabupaten Tebo

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Jambi, H. Harmain, SE., MM notabene mantan Sekda Kabupaten Tebo juga memberikan reaksi dan agar menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

“Kalau pendapat saya, asalah ini kan sdh di laporkan oleh pihak RSUD ke Polisi, artinya saat ini sudah dalam penyidikan pihak kepolisian dan kita tunggu saja apa hasilnya nanti Mas” ujar H. Harmain, SE., MM

Dewan Pimpinan Pusat Organisasi Masyarakat, REPELITA juga angkat bicara. Saat dikonfirmasi oleh redaksi Basingbe.com melalui pesan WhatsApp memberikan saran untuk perbaikan pelayanan Rumah Sakit.

“pertama harus dilakukan adalah introspeksi bagi semua pihak, tidak terkecuali manajemen RSUD itu sendiri,
mulai dari SDM rumah sakit yang di harus professional, fasiltas rumah sakit yang sesuai standar akredetasi, dan tidak kalah penting adalah
hospitality dan caring yang harus dimiliki oleh SDM rumah sakit.” Tegas Iqbal Direktur DPP Repelita.

Menurutnya, di era sekarang ini rumah sakit dituntut untuk memenuhi apa yang di inginkan pengguna jasa kesehatan dengan mengutamakan patient safety dan mutu pelayanan, bukan hanya seperti apa yang Rumah sakit inginkan.

Iqbal juga menambahkan, Mutu pelayanan berkaitan erat dengan
kepuasan pasien, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI (2008) indikator mutu pelayanan salah satunya adalah kepuasan pasien. Pengelola rumah sakit di tuntut memberikan pelayanan kesehatan berkualitas, yang dapat membuat kepuasan pada pasien.

“jikalau semua saling introspeksi, hal – hal anarkisme yg berawal dari ketidakpuasan tidak terjadi dimasa yang akan datang, Terhadap kejadian yang sudah terjadi kami berharap semua pihak dapat menahan diri dan menghormati proses hukum yg sedang berjalan sehingga tidak menjadi preseden buruk bagi RSUD kedepanya, khususnya untuk pemerintah Kabupaten Tebo agar segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen RSUD. Kalau memang pemerintah merasa penting Pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Tebo ini” Imbuh Iqbal

Secara terpisah, Ketua PMI Kabupaten Tebo, Syamsu Rizal, SE., M.Si sangat menyayangkan dengan adanya kejadian ini.

“Terus terang kejadian ini sangat disayangkan dan saya sangat mengutuk keras kejadian ini, Alkes adalah asset masyarakat Kabupaten Tebo, harganya mahal. Alat itu tidak punya salah jadi sasarannya bukan alatnya. Namun, sampaikan kritik dan saran kepada Rumah Sakit dan Pemerintah Daerah. Bayangkan apabila ada pasien yang masik di ICU dan membutuhkan alat tersebut. Namun kita hormati proses hukum yang sedang berlanjut” Pungkas Syamsu Rizal, SE., M.Si

Penulis : Slamet Setya Budi

Siapakah Cagub dan Cawagub Jambi 2020 Pilihan Kamu? Live

  • Drs. H. Cek Endra - Hj. Ratu Munawaroh
    21% 39 / 178
  • Dr. Drs. H. Fachrori Umar, M. Hum - Drs. H. Syafril Nursal, S.H., M.H
    47% 85 / 178
  • Drs. H. Alharis, S.Sos., M.H - Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I
    30% 54 / 178
  • Whatsapp
banner 72890