Desa Pagar Puding Lamo Gandeng PMI Perihal Stunting dan Narkoba

  • Whatsapp

BASINGBE.com – Dalam meningkatkan pengetahuan dan strategi dalam pencegahan Stunting dan Penyalahgunaan Narkoba, Pemerintah Desa Pagar Puding Lamo gandeng PMI Tebo dan Organisasi Jejak Kaki.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Pagar Puding Lamo Kecamatan Serai Serumpun, Senin (28/12/2020) di ikuti oleh 20 Peserta. Para peserta terdiri dari Kader PKK, Kader Posyandu, Kepala Dusun, Staff Desa dan Perwakilan Masyarakat. Dalam menuju ke Desa Pagar Puding Lamo, akses terdekat harus menggunakan Perahu Penyebrangan.

Read More

Dalam sambutannya, Sopwan notabene Kepala Desa Pagar Puding Lamo mengungkapkan bahwa ini langkah strategis untuk pencegahan Stunting dan Penyalahgunaan Narkoba di Desa Pagar Puding Lamo.

“Desa Pagar Puding Lamo ingin generasi muda atau penerus bangsa agar sehat, tak terkena Stunting apalagi Narkoba. Namun dalam penerapannya kita perlu tambahan pengetahuan dan wawasan, apalagi dari PMI Tebo sudah mengenal berbagai wilayah diluaran sana bidangnya ada di Kesehatan dan Bencana, semoga ilmunya dapat dibagikan untuk kami disini” tutur Kepala Desa Pagar Puding Lamo Sopwan

Sementara itu, Syamsu Rizal, SE., M.Si melalui Sekretaris PMI Kabupaten Tebo Slamet Setya Budi selaku keynote speaker menuturkan bahwa dalam upaya pencegahan Stunting dan Narkoba perlu tata cara tersendiri dan melibatkan banyak pihak.

“Saya memahami betul tantangan untuk masalah Stunting dan Narkoba. Tapi sebelumnya saya mengapresiasi untuk para Kader Posyandu sudah cukup baik dalam perannya mencegah Stunting. Disamping itu, upaya pencegahan penyalahgunaan Narkoba adalah peran kita bersama” tutur Slamet Setya Budi

Sudah dipastikan generasi muda akan kehilangan masa depan yang cerah jika berhubungan dengan narkoba. Hal ini dikarenakan bukan hanya kesehatan saja yang terganggu, tetapi juga terancam pidana jika memang terbukti sebagai pengguna bahkan pengedar narkoba. Hukuman didapatkan tidak sebentar. Bisa bertahun-tahun, bahkan hingga hukuman mati untuk kasus yang sangat berat.

Dalam materi yang diselingi dengan diskusi sesuai dengan kebutuhan didesa, salah satu peserta menanyakan bahwa ia mengalami kesulitan untuk menyadarkan beberapa orang tua untuk imunisasi anaknya. Selain itu, ada salah satu peserta mengatakan bahwa tumbuh kembang anaknya agak lambat.

“Dalam memberikan materi saya lebih menyukai apa kebutuhan dan tantangan dari para kader yang berada dilapangan. Para kader harus tinggikan sabarnya dan jangan mengeluh tapi disinilah kita keluarkan unek – unek kita, kebetulan saya pernah aktif di desa dan masalah ini hampir sama. Memang tidak dipungkiri masih ada yang seperti itu apalagi masih tingginya kepercayaan pada budaya nenek moyang, tapi coba jadwalkan dan lakukan pendekatan pelan – pelan kepada Ibu Hamil kenalkan resiko masa depan apabila Stunting. Tidak bisa berubah 100% minimal 40% jadilah. Sekali lagi terima kasih untuk para kader atas usahanya” lanjut Slamet Setya Budi

Dalam menjawab terkait tumbuh kembang anak, perlu diketahui Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek atau perawakan pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir. Umumnya disebabkan asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.

“Untuk diketahui Pak Bu, tidak tinggi belum tentu Stunting tapi bisa jadi faktor keturunan, tapi jika gizi baik pasti akan tumbuh kembang normal nantinya termasuk kecerdasan anak.” Imbuh Slamet Setya Budi

Dalam diskusi mengenai Stunting dan Narkoba, juga turut ditambahkan mengenai Pandemi Covid19.

“Pak Bu untuk masalah pemenuhan gizi memang berkaitan dengan masalah ekonomi, tapi anak adalah masa depan. Nah apalagi dimasa pandemi, saya mau tanya dari 1 – 7 berapa nilai untuk ketakutan terhadap COVID19” tanya Slamet

Rata – rata dari peserta yang hadir mengatakan nilai antara 2 dan 3. Alasannya mayoritas karena mereka tak begitu khawatir dengan COVID19 dan tak melakukan perjalan jauh. Sementara itu, Jiman salah satu peserta mengatakan, apa cara mencegah COVID19 yang paling mudah.

“Apa pak cara paling mudah mencegah covid19, jujur saya ya agak khawatir agak tidak dengan covid19” tutur Jiman

Sementara itu, Slamet langsung menjawab berdasarkan pengalaman.

“Kasus awal COVID19 di Jambi dari Tebo dan saya turut dalam penyemprotan disinfektan bahkan masuk di tempat Pasien – Pasien yang terkonfirmasi positif di SP5. Awalnya saya takut tapi setelah itu takut berkurang karena walaupun sering ikut penyemprotan disinfektan saya tak terpapar COVID19. Tapi setelah saya mengalami kontak langsung dan merasakan SWAB antigen hidung terasa panas, masuk diruangan yang petugasnya hanya kelihatan matanya saya down walaupun hasil saya Negatif. Saat ini saya tak anggap remeh, apalagi kita lihat kalau ada yang terkena COVID19 tak ada yang mau mendekat. Saat ini sudah banyak di Tebo yang terkena COVID19″ Jawab Slamet

Lebih lanjut, Slamet mengatakan cara paling mudah dan murah adalah pertama Jaga Jarak, Pakai Masker dan Cuci Tangan pakai Sabun. Minimal apabila tak pakai masker kita jaga jarak dan cuci tangan. Tapi saya sarankan patuhi semuanya karena mencegah itu lebih baik.

Penulis : DNS

[IT_EPOLL id="3035"][/IT_EPOLL]

Related posts

banner 72890

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *