Masa Lalu Kelam, Seorang Petani di Prabumulih Sodomi Bocah Sejak 1992

  • Whatsapp

BASINGBE.com – Tim Satuan Resort Kriminal (Satreskrim) Polres Prabumulih Sumatera Selatan menangkap seorang pria bernama Rusdiono (44) yang mencabuli 35 bocah sejak tahun 1992. Pria yang berprofesi sebagai petani itu diamankan di tempat persembunyiannya di daerah Talang Pondok perbatasan OKU Selatan dan Lampung, Sabtu (8/5). Korban sempat dihadiahi timah panas di kakinya karena melawan petugas.

Bacaan Lainnya

banner 728x90

“Benar pelaku sudah melakukan terhadap 35 korban. Namun bisa saja lebih, masih kita selidiki,” kata Wakapolres Prabumulih, Kompol Mario Invanry, Selasa (11/5/20201) dilansir dari Detik.com.

Penangkapan pelaku berawal dari laporan pengaduan masyarakat yang mengaku bahwa anaknya menjadi salah satu korban perbuatan pedofil pelaku berdasarkan hasil visum. Pelaku sempat menjadi buronan karena melarikan diri dari wilayah Prabumulih, namun akhirnya berhasil ditangkap dalam persembunyiannya di Desa Air Ringki Kecamatan Buah Pemacah OKU Selatan pada Sabtu (8/5) lalu.

Lokasi dan anak-anak yang telah menjadi korban pelaku yang tersebar di enam kecamatan serta kemungkinan tambahan korban lain. Abdul mengimbau para orang tua agar berhati-hati dan selalu menjaga anaknya karena orang-orang seperti pelaku masih banyak dan berkeliaran mencari korban.

Pelaku melakukan perbuatan kejinya itu selama bertahun-tahun dengan modus mengiming-imingi korban dengan rokok. Pelaku berdalih melakukan aksinya atas perasaan suka sama suka dengan korban.

Sementara itu, Pelaku melancarkan aksinya sejak tahun 1992. Pelaku diduga pernah menjadi korban sodomi saat dia berusia tujuh tahun.

“Tersangka mengakui telah 35 kali melakukan perbuatan tersebut mengincar korban berusia belasan tahun. Sejak tahun 1992 hingga 2021. Tersangka mengaku termotivasi melakukan aksi itu karena sebelumnya ia juga pernah menjadi korban sodomi ketika ia masih berusia 7 tahun. Ia melancarkan aksinya dengan modus mengajak korban nonton film porno, kemudian korban diraba-raba dan dicabul. Semua korban kita identifikasi merupakan warga Prabumulih,” tuturnya.

Pelaku kini ditahan dan dijerat Pasa 82 UU RI Nomor 16 tahun 2016 tentang perubahan kedua perlindungan anak.

Pelaku Ketagihan, Lakukan Sodomi Sejak 1992

“Saya umur 7 tahun telah menjadi korban sodomi makanya saya dendam dan pada tahun 1992 atau umur 15 tahun saya coba melakukan sodom, pengen tahu apa rasanya,” ujar Rusdiono ketika dibincangi dihadapan polisi, Senin (10/5/2021).

Setelah pertama kali mencoba dirinya menjadi ketagihan dan pencabulan tersebut terus dilakukan hingga terakhir tahun 2020 lalu.

“Awal saya melakukan di atas pondok bambu, saya dengan teman-teman begadang tidur di sana dan saya melakukan ketika teman saya itu tidur,” katanya.

Ia melakukan aksi pencabulan itu dengan cara menggerayangi tubuh temannya dan membuka celana.

“Saya diam-diam masukkan ketika teman tidur, ketika teman itu bergerak langsung saya cabut,” tuturnya.

Setelah sekali mencoba, Rusdiono mengaku ketagihan dan kembali melakukan dengan sesama teman serta keluarga ketika datang ke rumahnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *