DPD Partai Demokrat Provinsi Jambi Resmi Buka Pendaftaran Penjaringan Caleg

  • Whatsapp

BASINGBE.com – JAMBI – Partai Demokrat memberikan kesempatan kepada siapa saja yang memiliki minat untuk maju sebagai Calon Anggota Legislatif atau Caleg pada Pileg 2024 mendatang.

Partai besutan Agus Harimurti Yudoyono (AHY) ini menjadwalkan pada Senin (22/08/2022), pendaftaran itu dibuka secara serentak baik tingkat DPD maupun di tingkat DPC se provinsi Jambi.

Bacaan Lainnya

Klasemen selengkapnya

Kepastian ini diungkapkan oleh Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu), DPD Partai Demokrat Provinsi Jambi, Fauzi Ansori saat menggelar rapat dengan Ketua DPC dan Bappilu Partai Demokrat se provinsi Jambi, Sabtu (20/08/2022).

“Senin (22/08/2022)akan dibuka pendaftaran Caleg dan akan diumumkan secara terbuka baik melalui media sosial dan media online,” ungkap Fauzi Ansori.

Untuk di tingkat kabupaten menurut Fauzi, mekanismenya akan diserahkan ke masing-masing DPC.

“Bagi yang ingin mendaftar ke provinsi bisa juga lewat DPC yang nantinya diteruskan ke DPD,” ungkapnya.

Lanjut Fauzi, berdasarkan keputusan DPP, untuk pencalegan dini ini, Partai Demokrat akan merekrut sebanyak 200 persen Caleg. “Serentak dibuka, baik tingkat DPD maupun DPC akan merekrut 200 persen Caleg,” pungkas mantan kepala Bappeda Provinsi Jambi ini.

Sementara itu Ketua melalui Sekretaris DPD Partai Demokrat Provinsi Jambi, Syamsu Rizal saat membuka Rakerda dan Pembekalan agenda Pemilu 2024 di Sekretariat DPD Partai Demokrat Provinsi Jambi meminta kepada Bappilu sebagai penanggungjawab secara teknis soal perekrutan Caleg ini melakukan seleksi dengan akurat terharap para bakal caleg.

“Syarat minimal KTP, KTA dan CV, agar kita tau siapa sebenarnya caleg tersebut. Jangan kita salah pilih. Misalkan, orang yang tinggal di Dapil Satu lalu nyaleg di Dapil Dua,” kata Syamsu Rizal.

“Kami mohon di DPC yang mau nyalon ke provinsi mulai sekrang dikomunikasikan, sehingga bisa diinventarisir dengan baik. Target kita 10 kursi DPRD provinsi dan 75 persen pimpinan DPRD di kabupaten/kota. Makanya harus orang yang betul-betul mampu,” tegas Syamsu Rizal.

“Jangan lupa keterwakilan perempuan 30 persen. Perempuan juga jangan asal comot saja, harus mencari perempuan-perempuan yang potensial dalam mendulang suara,” tandasnya.(Red-BS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *